Serunya Riding Sekaligus Adventure Ke Geopark Ciletuh Sukabumi (Part 1)

Selamat pagi sobat.. Apa kabar? Geopark Ciletuh Sukabumi saat ini sedang tenar sob bahkan sudah terkenal sampai ke mancanegara. Keberadaannya makin booming ketika di bulan lalu ada berita tentang rider moge yang entah kenapa bisa terperosok ke jurang di salah satu spot jalan menuju kesana, untungnya tidak sampai terjadi korban jiwa. Penasaran dengan kabar kabur yang katanya sudah ada jalur baru menuju kesana yang katanya lagi menawarkan sensasi riding yang mengasyikan, yang menyenangkanlah pokona mah.. So, berawal dari obrolan di FB, kemudian lanjut ke WA, akhirnya janjian sama teman kalau libur weekend kita akan mengunjungi lokasi Geopark Ciletuh tersebut.. Gimana keseruannya? Cekidot..

Setelah disepakati waktu dan tempat keberangkatan, langsung otw ke rumah ibu tercinta, buat sekedar numpang tidur sebentar guna mengumpulkan tenaga dan prepare sebelum waktu yg ditentukan tiba. Xixixi.. Setelah isoma, pasang alarm dan langsung meluncur ke pulau kapuk.. ZzzzzZzzz.. Skip skip.. Kemudian alarm pun bunyi.. ga kerasa 2 jam berlalu dengan cepat, rasanya seperti cuma 2 menit saja.. Haha..

Setelah cuci muka, memeriksa kelengkapan, pamitan dan berdo’a.. Meluncur ke lokasi yang dijanjikan.. Setelah sampai di lokasi, pesan kopi hitam ke si ibu warkop.. Biar semakin setrong dan ga ngantuk.. Hehe.. Sambil menunggu kedatangan rombongan, kita pantau terus dan koordinasikan kondisi terakhir ke salah satu rider, ternyata beliau mengabarkan kalau rencana keberangkatan diundur dan terancam molor.. What!!! Mau balik lagi gimana, nunggu juga ga jelas waktu pastinya.. Akhirnya woles saja, sudah terlanjur datang.. Kita putuskan menunggu saja sampai rombongan datang.. Hehe..

Skip.. Skip…

Akhirnya sekitar jam 1 malam rombongan pun datang.. Ternyata yang hadir lebih banyak dari perkiraan, 6 motor R15 V3, 1 motor R25, dan motor lainnya yang berjumlah kira-kira 20 motor..

Setelah pengecekan semua anggota selesai, perjalanan pun dimulai.. Start dari Stasiun Cigombong.. Kebetulan kondisi lalu lintas yang dilalui cenderung sepi, hanya beberapa kendaraan saja yang lewat.. Semua anggota rombongan bergerak rapi dan sesuai komando.. Baru kali ini mimin riding tengah malam, enak juga tanpa takut kena macet, kalau siang hari jalur ini rawan macet, suasananya jadi seperti tahun 90’an dimana pengguna jalan bisa dihitung dengan jari.. Hehe.. Ini juga kedua kalinya mimin touring bareng rombongan, biasanya solo touring.. Xixixi..

Tanpa terasa, perjalanan pun sudah sampai di parungkuda dan RC memutuskan untuk berhenti di pombensin yang letaknya ditikungan sebelum arah ke cikidang. Rombongan pun berhenti untuk beristirahat.. Ada yang ke WC, ada yang mengisi bensin, ada yang selpi-selpi.. Xixixi.. Setelah berkumpul semua, RC dan rombongan pun bermusyawarah terlebih dahulu mengenai jalur mana yang akan dilewati, apakah mau lewat jalur biasa ataukah lewat cikidang.. Akhirnya diputuskan jalur biasa yang akan diambil yakni lewat cibadak terus ke jalur palabuhan ratu..

Jalur cibadak – pelabuhan ratu agak ramai.. Kontur jalan banyak tanjakan dan turunan, dibeberapa titik kurang bagus jalannya bergelombang dan rusak.. Beberapa kali mimin dan anggota rombongan terkena jebakan betmen.. Hiks :'( beruntung semuanya baik-baik saja.. Akhirnya sampai juga di pemberhentian berikutnya yakni di pombensin bagbagan, sebelum lampu merah pertama pelabuhan ratu.. Rombongan beristirahat sebentar sekedar meluruskan punggung, haha.. Seperti biasa ada yang isi bensin, ada yang ke wc, makan camilan dan lain-lain..

Setelah semuanya siap dan lengkap, langsung berangkat lagi.. Dari lampu merah belok ke kiri melewati jembatan dan terus lurus mengikuti jalan tersebut sampai akhirnya bertemu pertigaan dan kita belok ke kanan ke arah jalan baru Geopark Ciletuh.. Sampai sini cuaca cerah, namun tidak berapa lama turun hujan lebat dan semua rombongan dan rider lainnya pun berhenti untuk memakai mantel atau jas hujan, kemudian berangkat lagi.. Keadaan jalan dan sekitarnya gelap gulita karena kurangnya penerangan jalan, ditambah lagi turun hujan yang lebat membuat suasana menjadi menegangkan, semuanya bergerak perlahan mengatur irama riding, praktis untuk penerangan hanya mengandalkan cahaya lampu motor kita dan cahaya lampu motor lain yang ada di depan.. Trek yang jika kering pun sudah ekstrim, ditambah lebatnya guyuran air hujan menjadi semakin ekstrim lagi.. Para rider harus pintar-pintar memainkan gas dan rem dengan bijak…

Dipertengahan jalan, mimin merasa kok tidak ada pantulan cahaya motor di kaca spion, berhenti sejenak dan menoleh ke belakang.. Waduhhh kok gelap!!!! Kemana anggota rombongan yang lainnya??? Ah biarkan saja… Akhirnya mimin melanjutkan perjalanan dan ikut rombongan motor didepan, beberapa motor mimin salip sambil menengok ke arah ridernya.. What!!! Ternyata mereka bukan anggota rombongan… Waduhhhh.. Bod* amat ah yang penting ada teman diperjalanan dan searah pula, daripada riding sendirian di antah berantah ini.. Senang bercampur sedih.. Haha..

Skip skip..

Alhamdulillah akhirnya sampai juga ditujuan, di puncak dharma (kalau ga salah namanya) yang ada tugu kujangnya.. Istirahat sebentar, kemudian salah satu ridernya mimin tanya dan ternyata mereka rombongan dari jakarta.. Benar saja mimin ketinggalan rombongan, tepatnya mimin yang ninggalin mereka.. Haha.. Hati mulai gelisah, jantung dag dig dug derrr.. Gimana enggak, mimin sendirian di negeri orang yang baru pertama kali dikunjungi, keadaan sekitar gelap + gerimis yang ga berhenti-berhenti.. Kira-kira 10 menit kemudian, semua anggota rombongan pun datang juga.. Alhamdulillah… Akhirnya… Belakangan diketahui bahwa ada anggota yang crash, jadi perjalanan terhambat, untungnya masih bisa dikondisikan..

Tidak lama berselang, suara yang ditunggu-tunggu pun terdengar juga.. Suara adzan subuh… Setelah beres-beres dan semuanya rapi, mimin dan kang jamil beserta yang lainnya pun kemudian mencari mushola dan melaksanakan shalat subuh.. Setelah itu mencari sarapan pagi di warkop-warkop yang berada disekitar jalan di bukit dharma tersebut.. Lanjut istirahat sejenak sambil ngobrol-ngobrol..

Cuaca mulai cerah, tak lupa foto-foto dulu.. Hehe.. Setelah puas kemudian siap-siap untuk turun ke lokasi pantai Geopark ciletuh, tapi mendadak gerimis turun lagi akhirnya kembali pakai jas hujan… Trek menuju pantai geopark ciletuh dari bukit dharma menurun sangat curam, kondisi jalannya pun agak rusak ditambah licin karena turun hujan, jadi musti ekstra hati-hati.. Alhamdulillah semuanya sampai lokasi dengan selamat.. Langsung mencari tempat atau warkop kosong yang ada tempatnya untuk merebahkan tubuh alias tiduran.. Hehe.. Yang lain pada sibuk foto-foto di spot foto geopark ciletuh, ada juga yang makan-makan, ngopi dan lain-lain.. Mimin mah bobo cantik aja sob, ngantuxxx.. Haha..

*bersambung

Sekian dulu ya sob.. Tar disambung lagi di part 2.. Hehe.. Terimaksih sudah mampir.. See you

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *