Motor Sudah Seperti Sebuah Mainan…

Selamat pagi sobat.. Selamat beraktivitas seperti biasanya. Semoga lancar dan sukses… Apa yang sobat fikirkan ketika melihat foto terlampir? Kang wahid sih miris melihatnya… Gimana tidak, coba sobat perhatikan motor New Xride 125 yang di sebelah kiri… Ridernya anak-anak yang sepertinya masih bocah SD alias Sekolah Dasar.. yups anak yang masih bau kencur sudah mengendarai sepeda motor, selain itu coba lihat yang diboncengnya, dua anak bocah juga yang baik ridernya maupun kedua boncengernya tidak memakai safety gear, minimal helm lah ya.. Miris kan!!

Kemudian coba lihat disampingnya, kalau di motor yang kedua ini rider dan boncengernya cewek.. Sama juga tidak memakai helm.. Waduuhhh parah euy… Pemandangan seperti ini tidak hanya terjadi di daerah kang wahid saja, akan tetapi di daerah-daerah lain pun tampaknya familiar sekali melihat hal tersebut.. Mengendarai motor sudah seperti membawa mainan saja, ckckck.. Kalau dulu zamannya kang wahid, aduh ketahuan tuanya deh.. Kajeunlah.. Umur segitu masih main kelereng, main layangan, bebentengan, dan lain lain.. Kalaupun berangkat sekolah pasti naik angkot atau kalau ga kebagian angkot, ya terpaksa jalan kaki.. Anak zaman now mana mau.. Hehe..

Padahal aturannya sudah jelas, kalau mengendarai kendaraan baik motor ataupun mobil harus punya SIM.. Apakah bocah-bocah tersebut punya SIM? jangankan SIM, KTP saja pasti belum punya… Kemudian kalau mengendarai motor di jalan raya harus pakai helm, apakah mereka pakai helm? Kesadaran pakai helm ini tampaknya harus kita ajarkan kepada anak-anak kita, caranya ketika si anak jadi boncenger (bukan rider) pakaikanlah helm, supaya ketika besar nanti jadi terbiasa. Apa sih fungsi helm? Silahkan sobat tanya saja mbah gugel.. Hehe.

Entah apa yang ada dibenak orangtua mereka, membiarkan anak-anaknya mengendarai motor.. Apakah mereka merasa bangga? Apakah mereka tidak takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan? Apakah mereka selaku orangtua tidak mengawasinya atau sudah mengawasi tapi lepas dari pengawasannya? Entahlah.. Seyogyanya kita selaku orangtua bisa lebih bijak lagi memberikan sebuah “mainan” yang bernama motor untuk amak-anak kita agar tidak menyesal dikemudian hari.. Karena sudah sering terdengar kecelakaan dijalan raya yang disebabkan atau melibatkan anak-anak seumuran mereka yang bahkan sampai meninggal dunia.. Sayang sekali masa depan mereka yang masih panjang tapi harus berakhir dikerasnya aspal atau beton jalanan.. Miris!!

Berangkat sekolah naik motor kan bisa ngirit!! Betul.. Tapi kalau sampai kecelakaan terus masuk rumah sakit, biayanya bahkan bisa berkali lipat dari nominal “irit” tersebut, belum lagi biaya perbaikan motornya.. Itu kalau cuma masuk rumah sakit, kalau masuk liang kubur??? Mang wahid sih tidak melarang sobat atau anak-anak sobat naik motor, cuma ya itu difikirkan lagi lah dampak atau akibatnya dan bisa lebih bijak lagi dalam penggunaannya.. Misalnya mengantarkan anaknya ke sekolah, minta bantuan sodara untuk mengantarkan, dan lainnya.. Tapi kalau memang tidak bisa dan tidak ada cara lain, ya sudah motor motornya sendiri ini, anak anaknya sendiri ini, ya resiko juga ditanggung sendiri, dan tetap berdo’a semoga tidak terjadi apa-apa dijalan serta semoga selamat sampai ditujuan..

Sekian dulu ya sobat, semoga bermanfaat….

2 Replies to “Motor Sudah Seperti Sebuah Mainan…”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *